08 August 2010

Dapatkan Jargon


Ini adalah Jargon. Sebuah litbook~litzine terbitan JargonBooks yang telah dicetak untuk kali kedua. Cetakan pertama adalah pada Jun 2010. 120 mukasurat @ rm13 sahaja. Menggabungkan 12 penulis yang kuat bermetafor dan mencarut sehingga pada suatu hari salah seorang daripada mereka telah hilang mungkin terbang atau diculik.
Untuk mendapatkannya sila hubungi 012-9383427 atau
kontak terus melalui emel di jargonbook@gmail.com

07 August 2010

bukan titik

kita telah sampai sebuah titik. sebenarnya, titik itu bukan titik. bukan noktah.bukan. apabila sepasang malaikat mengibas sayapnya... atau burung atau air hujan..baru kita sadar bahwa kita berada dalam sebuah jalur yang infinit. baru kita sadar bahwa kita berada dalam sebuah jalur yang infinit. kita berjalan bersamanya. samada kiri kanan depan belakang... kita berada dalam jalur infinit tersebut. tiada keluar. tiada masuk. bersama jalur itu kita berada. semakin kedepan... semakin kebelakang kita meninggalkan masa? atau semakin kebelakang masa.... kita sudah ada di depan? sama. sama. kita tetap melalui jalur infinit itu sampai bila-bila? menjadi mangsa? dalam sebuah titik yang satu?

31 July 2010

aku sedang sakit

lama aku tak update. telinga aku dah seharian berdengung. toooooooooooooooot. memang jelas. itu dengung! pada sebuah malam yang sepi. malam 20 jun 2010. (malam bukan jumaat kliwon) lingkungan jam 2 pagi. aku baru pulang beli ubat nyamuk dan bungkus gulai untuk makan malam. suasana sangat nyaman dan tenang. aku sampai ke bawah rumah; flat PKNS seksyen 17. turun dari motor dan tiba-tiba pandanganku goyang. macam naik sampan. dadaku panas, dan semena-mena jantungku kencang. lutut jadi longlai, tubuh jadi lemah. aku berpaut pada motor. soalan pertama aku. "Aku nak mati kah?" Aku cuba tenangkan diri...tapi tak boleh... aku gagahkan untuk berjalan... kepala makin pusing...

Disitu ada dua orang lelaki yang aku tak kenal. aku panggil... "bro tolong saya...tiba-tiba jadi goyang...boleh panggilkan adik saya....tingkat 3 no. 405...". Lelaki itu tenangkan aku. Dudukkan aku disebuah rak kayu. "bang...relaks...tarik nafas...relaks...blablabla" Aku jadi tenang, cuma jantungku masih laju berdebar. Apabila Mei, adik aku turun, aku siap untuk ke klinik.... kami bersalam. aku mengucapkan terima kasih kepada mereka. Stranger itu adalah Adam dan Lan. mereka kemudiannya pergi meninggalkan aku dan mei.